Live Report
Matahari yang menyala garang tampaknya bisa dijadikan pertanda bahwa hari itu, 7 Februari 2010, sangat diberkahi oleh Tuhan. Dan sudah sepantasnya orang macam Anda&Andi (yang dikenal sebagai Psycho Twins di kalangan indie Jakarta, khususnya) mendapat berkah di hari jadi mereka yang ke 40. We’ve just begun, kata mereka tentang usia 40. Mereka tampaknya percaya akan pepatah, “Life begin at 40”. Andi samasekali tidak terlihat seperti pria berumur 40. Dengan kepala plontos dan senyum manisnya dia masih tampak memikat. Sama hal-nya dengan Anda yang hari itu sangat sibuk di belakang panggung. Sedangkan Andi tampak wara-wiri di depan panggung menyaksikan setiap penampilan band yang datang.
Ya, konser (dengan tajuk “FRIENDS2FRIENDS”) yang diadakan di GOR Bulungan, Jakarta Selatan itu memang diselenggarakan Anda&Andi dalam rangka merayakan hari jadi mereka. Saudara kembar yang menghabiskan harinya untuk memburu, mengumpulkan, me-museum-kan, membeli, dan menjual piringan hitam, kaset dan CD musik Indonesia (yang saya maksud adalah musik yang benar-benar musik) itu patut diacungi jempol. Mereka menyelenggakaran konser kecil yang dihadiri bintang-bintang besar tanpa sponsor apapun! Inilah semangat indie!
Tidak main-main, Psycho Twins mengumpulkan teman-teman dari scene indie di panggung yang sama. Sebut saja nama-nama besar seperti, Naif, White Shoes and The Couples Company, THE UPSTAIRS, SORE, Goodnight Electric, Superglad, Mantra, Keripik Peudeus, The Brandals,Pestol Aer, Bangku Taman, The Flowers, Screaming Suzzana dll. Dan yang paling spektakuler adalah berkumpulnya kembali Rumah Sakit. Psycho Twins memang tidak bermain-main.
Acara dimulai sekitar pukul 10 pagi. Karena saya memang kurang nyaman mendengarkan musik-musik screamo, saya baru muncul di Bulungan sekitar pukul 3 sore. Dan performance pertama yang saya tonton adalah Bangku Taman. Mereka baru-baru ini merilis album mereka secara digital dan dapat diunduh secara gratis. Saya tidak terlalu kenal lagu mereka kecuali Catch Me When I Fall. Setelah Bangku Taman selesai perform, penonton kembali menjauhi panggung dan mencari tempat untuk berteduh dari cahaya matahari yang benar-benar melimpahi hari jadi Anda&Andi itu.
Dan panggung kembali didekati saat Mantra tampil. Sebuah band yang dibentuk untuk penggarapan beberapa soundtrack film. Dan sang vokalis adalah Joko Anwar. Ya, sutradara asal Sumatera Utara yang nekat telanjang di Circle K itu (sekedar mengingatkan). Ada juga Zeke yang bertindak sebagai kibordis dan gitaris. Sebagai bassis Mantra punya Emil. Dan si cool Anda(ex.Bunga) pada gitar, juga seorang wanita manis sebagai backing vocal. Mereka memainkan beberapa lagu yang diambil dari soundtrack film seperti Pintu Terlarang dan Rumah Dara.
Saya sempat mengambil beberapa foto ketika Mantra manggung. Dan, shi*t, mp5 yang saya bawa kehabisan daya listrik. Padahal saya band-band jagoan saya seperti The Upstairs, SORE, Superglad, White Shoes and The Couple Company, dan Goodnight Electric belum manggung. Saya hanya bisa merutuki kebodohan saya.
****Superglad dan protes-protesnya.******
Setelah beberapa band macam Screaming Suzzana, Kripik Peudeus dan lainnya yang tidak begitu saya kenal, akhirnya salah satu jagoan saya datang. Superglad, membuat saya feeling so glad. Intro “Teenflick Rocker” terdengar, Superglad Heroes mendekat. Seketika kami “dibantai”, dan kami berteriak, “Ooo… teenflick rocker… ooo teencflick rocker”. Dan Buluk mulai bernyanyi “sekilas tampak durjana, tapi nona kau tengah tertipu mata..”
Sebelum menyanyikan “Diktator”, Buluk berwacana, “di album kita ‘Never Die’, kita banyak protes, my fren. Salah satunya sama produser-produser dan acara-acara musik tiap pagi. Sialan banget, lo liat kan lagu kaya’ apa yang diputer? Dasar Diktator!” setelah memprotes lewat “Diktator”, Buluk memprotes lagi lagu-lagu tidak kreatif yang sering diputar di acara musik. Kali ini dia menggaet seorang gadis untuk bernyanyi “Berani-Beraninya”. Lagu-lagu yang semuanya bercerita tentang cinta, mendayu-dayu, melayu, dan seragam. “berani-beraninya engkau berkarya, karya yang tidak bisa buat kami bangga” teriak Buluk.
Sambil mengambil napas sejenak, Buluk bercerita, “kemaren gue liat di tivi, ada anak yang ngerawat ibunya yang lumpuh. Dan Si Charly bikin lagu buat dia. Dan anak itu tersenyum. Gue bilang, anjiiiing….. si Charly baek juga.” Tentu saja Charly yang dimaksud di sini adalah Charly ST12.
Penoton tertawa. “Kalah lu, Buluk!” teriak saya diamini anak-anak yang lain.
“Makanya lagu ini gue nyanyiin khusus buat Charly. Walau lagu ini sekedar gurauan!”
Terdengar lagu “Sekedar Gurauan” yang memparadekan dan memparodikan nama-nama grup band “asal” yang sedang happening saat ini. Seperti Wali, Raja, Salju, Asbak, Mahkota, Merpati, Putih, Kangen, Stasiun 12 (ST12) dan banyak lagi. Apakah ada dari sederet nama tadi yang menjadi band favorit anda? Anda sebaiknya mendengar lagu band-band yang tampil hari itu dan mempertimbangkan lagi band kesukaan anda tersebut.
Setelah lagu selesai, Buluk menyanyi diiringi gitarnya sendiri, sebuah lagu Malaysia, “Engkau bagai air yang jernih… di dalam tempat yang berdebu..” gelak tawa terdengar lagi.
“Kalo lagu-lagu yang jelek itu mah lagu Melayu, fren. Lagu Malaysia. Di sini haram lagu-lagu kaya gitu! Yang boleh kedengeran di sini cuman lagu-lagu Indonesia yang keren-keren! Ganyang Malaysia!” kata Buluk lagi. Sebelumnya, vokalis Pestol Aer juga meneriakkan hal yang sama, ‘D’massiv haram di sini!”
Penonton berteriak setuju.
“Ayo mau lagu apa lagi, fren?”
“D’alay! D’alay!” teriak penonton.
“Ape? D’alay? Tapi kalo gue nyanyi D’alay lo jogetnya pada kaya’ gini yee..” Buluk mengacungkan telunjuknya lalu bergerak maju-mundur, kiri-kanan. “kaya’ di Dahsyat-Dahsyat gitu… oke?”
Semua telunjuk penonton menantang langit.
Buluk memulai lagi aksi jahilnya di salah satu bagian lagu D’4ll@y5-nya “cewe gampangan dibilang… jablay! Eeh… ini di Bulungan, ya? Wah deket-deket sini banyak tuh. Langganan gue ada namanya Mira, fren. 200 rebu dijamin servisnya. Mantep! Makanya biar mereka pada denger lo teriak jablay yang kenceng ya? Cewe gampangan dibilang…”
“JABLAY!” teriak Superglad Heroes.
“Ini lagu kita bikin untuk para anak-anak alay yang suka sms gini, ‘caiiank udh mumz lum? Kamuhh agi ngapzz.” Buluk meniru gaya sms anak-anak masa kini yang sangat suka merusak tatanan kata.
Tawa penonton menggelegar dan lagu D’4ll@y5 terdengar. Bagi anda yang kurang tau masalah alay ini, anak alay adalah sebutan untuk anak-anak jaman sekarang yang merasa dirinya “gaul”. Padahal pengetahuan mereka sangat sekedarnya. Tulisan-tulisan dalam sms atau facebook mereka sangat membingungkan, “u999ghh bT beud dah haR! N3e. Ma5a w dcyuex!n ma c0 w..”. anda juga pasti sering menemukan foto-foto seperti ini di facebook: ambil foto dengan angle dari atas, mulut digembungkan, bibir manyun, atau mata mendelik. (Jika ternyata yang begini adalah foto anda… ups.) mereka sering muncul di acara-acara musik di TV yang marak belakangan ini. Datang setiap hari dan rutin ke beberapa acara di stasiun TV yang berbeda. Bukan untuk menonton pertunjukan band yang dia suka, melainkan sekedar nampang di TV. Jarang sekali anak-anak alay ini rajin bersekolah. Mejeng di TV lebih penting bagi mereka.
Dan untuk penutupan yang manis, kami diajak Buluk berdansa dengan lagu “Hey Nona”. Buluk dengan kemeja tanpa lengannya pun berdansa-dansa kocak di atas panggung. You rock, Lukman Laksmana!
bersambung…
- Hingar Bingar Denyar!!! | Time: 2:10 pm (UTC+8) No Comments »
.

