AKHIR.
Lima huruf saja. Tak lebih. Tapi sangat mengerikan. Dia adalah induk dari kata-kata mengerikan lain. Mati, pisah, tangis. akhir, sangat tajam sekali dia menusuk-nusuk. bahkan, saat sebuah kisah yang menyedihkan berakhir, kau akan mengeluarkan air mata jua. akhir, bahkan jika penantian yang memuakkan berakhir, kau akan menangis jua. akhir. akhir! saya punya puisi tentang akhir…
"SIBAYAK"
Sibayak!
Dia tampak tidak biasa hari ini
Dia tampak sangat menggairahkan,
membuka sumbatan syaraf mana saja
yang menghalangi jalannya hormon
hormon kasmaran dan cinta
Sibayak!
Dia terlihat sangat menggairahkan
Lebih dari artis porno Jepang yang kedatangannya kalian ributkan
hanya ada selapis kabut tipis
dibagian dada
selebih itu, sibanyak hari ini
tidak memakai apa-apa
"Lihat!
aku sudah telanjang se-telanjang-telanjangnya!
aku siap digarap!
tunggu apa?
bukankah kau yang selalu
berkata rindu untuk bercumbu?"
aku diam
di sampingku ayah menempelkan sesuatu yang disebut "handphone" ke kuping
"Ya…ya. sedang menuju bandara."
dan abangku diam pula memandangi
koperku di bangku belakang.
sibayak yang biasanya anggun
berubah jalang pagi ini
biasanya di antara kabut malu-malu dia menunggu
menunggu aku untuk mencumbu
kini dia berteriak-teriak selayak
pelacur yang mengejar setoran
dan matahari ikut campur
mengupas kain kabut
dan menelanjangi Sibayak.
hormon menerobos sana-sini
hormon kasmaran dan cinta.
"Ayo!
Mari bercumbu!
Kini aku telah tunjuk segala lekak-lekuk
yang aku punya!
masih mau pergi jua?
ha?"
dia membentak.
makin mirip pelacur yang haus uang
aku
harus pergi, Sibayak!
percumbuan kemarin, adalah yang terakhir untuk beberapa bulan ke depan
sudahlah, pakai lagi bajumu!
hujan dan kabut
perlahan-lahan memakaikan baju pada Sibayak
kali ini, baju buatan mereka menutupi seluruh tubuh
dan sibayak yang kucintai
tak tampak lagi
dia marah, dia merajuk
tak apalah
dia akan ku pujuk bila kembali lagi
asal dia tau,
aku pun menangis untuk mengeluarkan
hormon-hormon tak tertahankan!
Bandara Polonia, Medan
Rabu, 14 oktober 2009
11 WIB
(sibayak adalah sebuah gunung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Salah satu tempat kesukaan saya)