Awalnya Denyar mau nge-post cerpen Denyar. Cuma, setelah Denyar liat-liat lagi, cerpen Denyar masih banyak kekurangannya. Ntar kalo Denyar udah edit dan Denyar pede sama hasilnya, cerpen itu akan muncul di sini. Tapi sekarang gue mau membicarakan topik yang sedang disantap masyarakat dalam keadaan hangat. Walaupun gak semua yang hangat-hangat itu baik untuk kita. Yup, denyar mo ikutan komentar tentang yang kemaren ribut-ribut di Temanggung itu loh. Tentu temen2 udah pada tau dan udah punya komen sendiri di benak masing-masing. Dan denyar memutuskan untuk mengungkapkan pendapat denyar dalam bentuk puisi. haaaah, lagi-lagi, Denyar minta kritikan dan saran kalian atas puisi2 denyar. habis, Denyar sudah jatuh cinta pada puisi, tapi masih bnayak kekurangan dlm menulis. Yang jelas, Denyar sangat bersenang-senang membuat karya ini. karena kebetulan, Denyar senang menulis dan menonton.
Oke, jgn banyak basi-basi, malu sama pemerintah (loh? atau pemerintah yang justru harus malu?)heehee… enjoy guys!
"FILM I"
Pak, dengan lima belas ribu perak
Kami bisa tonton film
Tentang kondisi pendidikan bangsa ini
Ditambah keahlian berkesenian
Dan murninya nurani berkarya
Film itu bisa menghipnotis sejumlah rakyat
untuk lebih tegar dalam menghadapi hidupnya
Dan lebih kuat untuk cita-citanya
Sineas negeri ini sudah maju, Pak
mereka dapat banyak penghargaan dari festival film internasional
Jadi, tak usahlah repot-repot bikin film amatiran macam itu
Tentang penangkapan satu teroris selama puluhan jam
Dengan puluhan personil penembak jitu
baku tembak yang terdengar seperti bunyi petasan anak-anak bandel di bulan Ramadhan
Sudah tersebar pula di media internasional
Jadi tontonan kami siang-malam
Atau perlu kita panggil Joko Anwar, Riri Riza, Tim Buton
atau Spielberg sekalian?
Biar lebih dramatis
Biar tepuk tangan penonton lebih banyak
Senin, 10 Agustus 2009
08.59
"FILM II"
Atau begini sajalah!
Kita bikin film yang lebih heroik!
Saya tak berkeberatan untuk jadi penulis skenarionya
Berimajinasi memang hobi saya
Begini skenarionya,
Sekelompok teroris, entah bagaimana caranya, entah bagaimana pengamanannya, menyusupkan bom
ke mobil iring-iringan presiden di Hari Kemerdekaan
Tapi, aparat yang mahahebat punya firasat bahwa di sana ada sang keparat
Presiden diamankan!
Dengan sedikit pertempuran, tembak menembak, kalau bisa 3 hari 3 malam
Ada aparat yang terluka, tapi tidak parah
Kan untuk efek dramatis saja.
Yang mati tetap terorisnya
Dan bom-bom mereka yang tersita bisa dijinakkan
Presiden sambil menahan tangis
Mengucapkan terima kasih dengan suara bergetar
Lalu 17 Agustus, berubah jadi pesta 7 hari 7 malam
Panjat pinang berhadiah mobil
Balap karung jadi balap F1
Semua gembira!
——Black fade in——
——Credit titlle THE END———
Terlalu berlebihan?
Eh, terus kenapa?
semua orang toh tau
Ini kan cuma film!
Cuma imajinasi saya
Cuma penghibur semata
Cuma tipu-tipuan
Cuma dagelan!
Senin, 10 Agustus 2009
11.38
FILM III
"Kok bukan Noordin?"
"Katanya Noordin?"
"Walah, malu kita! sudah pestapora, salah orang pula!"
"Saya kok belum bisa ngerti ya? jadi ribut-ribut kemaren itu apa?"
Ku dengar keresahan berlompatan di warung depan
"Dari kemaren saya sudah bilang, jangan terlalu bahagia
Enggak semua film itu berdasarkan kisah nyata!
sahut sebuah suara dari mulut saya.
seketika kebahagiaan nonton film aksi itu sirna
Takut mulai lagi terasa.
Hari ini jam sembilan pagi
"FILM IV"
DICARI!
apa? siapa? teroris mana?
BUKAN!!
loh?
DICARI!
Penulis skenario penuh imaji
Untuk bikin film aksi
Lagi!
Jakarta, 12 Agustus 2009
09.30