February 9, 2010

Live Report

Matahari yang menyala garang tampaknya bisa dijadikan pertanda bahwa hari itu, 7 Februari 2010, sangat diberkahi oleh Tuhan. Dan sudah sepantasnya orang macam Anda&Andi (yang dikenal sebagai Psycho Twins di kalangan indie Jakarta, khususnya) mendapat berkah di hari jadi mereka yang ke 40. We’ve just begun, kata mereka tentang usia 40. Mereka tampaknya percaya akan pepatah, “Life begin at 40”. Andi samasekali tidak terlihat seperti pria berumur 40. Dengan kepala plontos dan senyum manisnya dia masih tampak memikat. Sama hal-nya dengan Anda yang hari itu sangat sibuk di belakang panggung. Sedangkan Andi tampak wara-wiri di depan panggung menyaksikan setiap penampilan band yang datang.

Ya, konser (dengan tajuk “FRIENDS2FRIENDS”) yang diadakan di GOR Bulungan, Jakarta Selatan itu memang diselenggarakan Anda&Andi dalam rangka merayakan hari jadi mereka. Saudara kembar yang menghabiskan harinya untuk memburu, mengumpulkan, me-museum-kan, membeli, dan menjual piringan hitam, kaset dan CD musik Indonesia (yang saya maksud adalah musik yang benar-benar musik) itu patut diacungi jempol. Mereka menyelenggakaran konser kecil yang dihadiri bintang-bintang besar tanpa sponsor apapun! Inilah semangat indie!

Tidak main-main, Psycho Twins mengumpulkan teman-teman dari scene indie di panggung yang sama. Sebut saja nama-nama besar seperti, Naif, White Shoes and The Couples Company, THE UPSTAIRS, SORE, Goodnight Electric, Superglad, Mantra, Keripik Peudeus, The Brandals,Pestol Aer, Bangku Taman, The Flowers, Screaming Suzzana dll. Dan yang paling spektakuler adalah berkumpulnya kembali Rumah Sakit. Psycho Twins memang tidak bermain-main.

Acara dimulai sekitar pukul 10 pagi. Karena saya memang kurang nyaman mendengarkan musik-musik screamo, saya baru muncul di Bulungan sekitar pukul 3 sore. Dan performance pertama yang saya tonton adalah Bangku Taman. Mereka baru-baru ini merilis album mereka secara digital dan dapat diunduh secara gratis. Saya tidak terlalu kenal lagu mereka kecuali Catch Me When I Fall. Setelah Bangku Taman selesai perform, penonton kembali menjauhi panggung dan mencari tempat untuk berteduh dari cahaya matahari yang benar-benar melimpahi hari jadi Anda&Andi itu.

Dan panggung kembali didekati saat Mantra tampil. Sebuah band yang dibentuk untuk penggarapan beberapa soundtrack film. Dan sang vokalis adalah Joko Anwar. Ya, sutradara asal Sumatera Utara yang nekat telanjang di Circle K itu (sekedar mengingatkan). Ada juga Zeke yang bertindak sebagai kibordis dan gitaris. Sebagai bassis Mantra punya Emil. Dan si cool Anda(ex.Bunga) pada gitar, juga seorang wanita manis sebagai backing vocal. Mereka memainkan beberapa lagu yang diambil dari soundtrack film seperti Pintu Terlarang dan Rumah Dara.

Saya sempat mengambil beberapa foto ketika Mantra manggung. Dan, shi*t, mp5 yang saya bawa kehabisan daya listrik. Padahal saya band-band jagoan saya seperti The Upstairs, SORE, Superglad, White Shoes and The Couple Company, dan Goodnight Electric belum manggung. Saya hanya bisa merutuki kebodohan saya.

****Superglad dan protes-protesnya.******

Setelah beberapa band macam Screaming Suzzana, Kripik Peudeus dan lainnya yang tidak begitu saya kenal, akhirnya salah satu jagoan saya datang. Superglad, membuat saya feeling so glad. Intro “Teenflick Rocker” terdengar, Superglad Heroes mendekat. Seketika kami “dibantai”, dan kami berteriak, “Ooo… teenflick rocker… ooo teencflick rocker”. Dan Buluk mulai bernyanyi “sekilas tampak durjana, tapi nona kau tengah tertipu mata..”
Sebelum menyanyikan “Diktator”, Buluk berwacana, “di album kita ‘Never Die’, kita banyak protes, my fren. Salah satunya sama produser-produser dan acara-acara musik tiap pagi. Sialan banget, lo liat kan lagu kaya’ apa yang diputer? Dasar Diktator!” setelah memprotes lewat “Diktator”, Buluk memprotes lagi lagu-lagu tidak kreatif yang sering diputar di acara musik. Kali ini dia menggaet seorang gadis untuk bernyanyi “Berani-Beraninya”. Lagu-lagu yang semuanya bercerita tentang cinta, mendayu-dayu, melayu, dan seragam. “berani-beraninya engkau berkarya, karya yang tidak bisa buat kami bangga” teriak Buluk.
Sambil mengambil napas sejenak, Buluk bercerita, “kemaren gue liat di tivi, ada anak yang ngerawat ibunya yang lumpuh. Dan Si Charly bikin lagu buat dia. Dan anak itu tersenyum. Gue bilang, anjiiiing….. si Charly baek juga.” Tentu saja Charly yang dimaksud di sini adalah Charly ST12.
Penoton tertawa. “Kalah lu, Buluk!” teriak saya diamini anak-anak yang lain.
“Makanya lagu ini gue nyanyiin khusus buat Charly. Walau lagu ini sekedar gurauan!”
Terdengar lagu “Sekedar Gurauan” yang memparadekan dan memparodikan nama-nama grup band “asal” yang sedang happening saat ini. Seperti Wali, Raja, Salju, Asbak, Mahkota, Merpati, Putih, Kangen, Stasiun 12 (ST12) dan banyak lagi. Apakah ada dari sederet nama tadi yang menjadi band favorit anda? Anda sebaiknya mendengar lagu band-band yang tampil hari itu dan mempertimbangkan lagi band kesukaan anda tersebut.
Setelah lagu selesai, Buluk menyanyi diiringi gitarnya sendiri, sebuah lagu Malaysia, “Engkau bagai air yang jernih… di dalam tempat yang berdebu..” gelak tawa terdengar lagi.
“Kalo lagu-lagu yang jelek itu mah lagu Melayu, fren. Lagu Malaysia. Di sini haram lagu-lagu kaya gitu! Yang boleh kedengeran di sini cuman lagu-lagu Indonesia yang keren-keren! Ganyang Malaysia!” kata Buluk lagi. Sebelumnya, vokalis Pestol Aer juga meneriakkan hal yang sama, ‘D’massiv haram di sini!”
Penonton berteriak setuju.
“Ayo mau lagu apa lagi, fren?”
“D’alay! D’alay!” teriak penonton.
“Ape? D’alay? Tapi kalo gue nyanyi D’alay lo jogetnya pada kaya’ gini yee..” Buluk mengacungkan telunjuknya lalu bergerak maju-mundur, kiri-kanan. “kaya’ di Dahsyat-Dahsyat gitu… oke?”
Semua telunjuk penonton menantang langit.
Buluk memulai lagi aksi jahilnya di salah satu bagian lagu D’4ll@y5-nya “cewe gampangan dibilang… jablay! Eeh… ini di Bulungan, ya? Wah deket-deket sini banyak tuh. Langganan gue ada namanya Mira, fren. 200 rebu dijamin servisnya. Mantep! Makanya biar mereka pada denger lo teriak jablay yang kenceng ya? Cewe gampangan dibilang…”
“JABLAY!” teriak Superglad Heroes.
“Ini lagu kita bikin untuk para anak-anak alay yang suka sms gini, ‘caiiank udh mumz lum? Kamuhh agi ngapzz.” Buluk meniru gaya sms anak-anak masa kini yang sangat suka merusak tatanan kata.
Tawa penonton menggelegar dan lagu D’4ll@y5 terdengar. Bagi anda yang kurang tau masalah alay ini, anak alay adalah sebutan untuk anak-anak jaman sekarang yang merasa dirinya “gaul”. Padahal pengetahuan mereka sangat sekedarnya. Tulisan-tulisan dalam sms atau facebook mereka sangat membingungkan, “u999ghh bT beud dah haR! N3e. Ma5a w dcyuex!n ma c0 w..”. anda juga pasti sering menemukan foto-foto seperti ini di facebook: ambil foto dengan angle dari atas, mulut digembungkan, bibir manyun, atau mata mendelik. (Jika ternyata yang begini adalah foto anda… ups.) mereka sering muncul di acara-acara musik di TV yang marak belakangan ini. Datang setiap hari dan rutin ke beberapa acara di stasiun TV yang berbeda. Bukan untuk menonton pertunjukan band yang dia suka, melainkan sekedar nampang di TV. Jarang sekali anak-anak alay ini rajin bersekolah. Mejeng di TV lebih penting bagi mereka.
Dan untuk penutupan yang manis, kami diajak Buluk berdansa dengan lagu “Hey Nona”. Buluk dengan kemeja tanpa lengannya pun berdansa-dansa kocak di atas panggung. You rock, Lukman Laksmana!

 

 

bersambung…

December 30, 2009

Dua Ribu Sembilan, jalanan paling licin yang pernah ada

saya awali posting-an ini dengan senyum emoticon.

2009, kurang dari dua hari lagi, dia akan jadi sejarah. jadi catatan saja. dan tidak akan kembali.

kenapa saya sedih, ya? padahal, 2009 adalah tahun penuh keluh kesah, penuh jalan terjal, penuh air mata, penuh perpisahan. seharusnya saya senang 2009 berakhir. karena setidaknya, saya sudah berhasil menjalaninya dengan (ehm,) baik.

2009, saya melakukan hal ternekat dalam hidup saya. saya bahkan tidak percaya saya bisa sejauh itu. walaupun hasilnya menyedihkan, tapi setidaknya saya tau. saya punya keberanian untuk mencoba hal besar itu dan saya berhasil menerima kegagalan itu.

 

2009, saya akhirnya tau arti sejati dari merindu ibu.

2009, saya akhirnya tau Tuhan tidak mau saya mengintip-intip catatannya. katanya, baru boleh saya baca setelah dia yakin saya siap.

2009, saya tau bahwa saya punya teman2 yang luar biasa.

2009, saya tau bahwa bergerak adalah berkah.

2009, saya tau bahwa perjalanan masih panjang.

2009, saya tau bahwa saya sangat beruntung. walaupun sepanjang perjalanan saya nge-blog, blog ini isinya keluh-kesah semua. ya, 2009 adalah keluh kesah. dan dari luar saya keliatan seperti pecundang yang tidak punya apa-apa. tapi di dalam, lahir seorang yang baru. dan kelahiran itu amat membahagiakan saya.

 

sebab itu, saya sedih saat tau 2009 akan berakhir. sebab ia adalah pilu yang mendidik saya jadi orang yang lebih baik. 2009 adalah guru terbaik. terima kasih untuk 2009, Tuhan.

dan saya akhiri postingan ini dengan sedikit airmata haru.

2009, terima kasih banyak ya.

untuk hujan yang lembab itu, untuk empat hari Cikini 73, untuk sang petualang itu, untuk teman2 itu, untuk sajak-sajak itu, untuk malam-malam susah tidur itu, untuk penghianatan itu, makasih banyak ya…emoticon

December 5, 2009

Tersasar Kemudian Berkesimpulan

tadi saya tersasar ke sebuah blog. awalnya saya search di google tentang Jimi Multazham. itu looh, vokalisnya The Upstairs, band pujaan saya. Sudah dua malam berturut-turut saya mimpi tentang di lelaki eksentrik itu. gak tau kenapa. Berawal dari Jimi, saya nyasar ke sebuah blog yang membahas tentang mimpi. mimpi yang berupa cita-cita, dalam konteks ini.

kira-kira, si penulis berkesimpulan seperti ini: kenapa mimpi yang kita perjuangkan mampus-mampusan sampe mencret belum juga tercapai, sementara sesuatu yang tidak terlalu kita impikan, tercapai dengan mudah. penulis juga menuliskan beberapa contoh mimpi yang dia perjuangkan yang belum kesampaian dan mimpi yang tidak terlalu dia inginkan tapi sangat cepat tercapai.

 

saya bengong sebentar. Iya juga ya. gue selalu ngalamin hal macam itu. mungkin anda juga.

 

lalu saya berkesimpulan: jika sesuatu telah anda nobatkan menjadi fantasi dan impian anda (ceilah, judul lagu The Upstairs), sesuatu itu secara otomatis menjadi hal yang sulit. otomatis menjadi puncak gunung, otomatis menjadi bintang, otomatis menjadi kerumitan. otomatis menjadi hal yang harus diusahakan, sampe mencret-mencret dan muntah-muntah (muntaber dong?).

 

karena kemudahan tidak pernah menghasilkan apa-apa. kemudahan tidak pernah menghasilkan sejarah dan kebanggaan. kemudahan tidak memberi tantangan. kemudahan membuat kita manja dan tidak dewasa. kemudahan kadang membuat kita sombong.

 

sementara kesulitan itu senantiasa mendidik. menjadikan kita bersiasat untuk mengatasi kekurangan. membuat kita berusaha mengejar ketertinggalan. kesulitan itu, jika disikapi dengan baik, akan menghasilkan pribadi dewasa, pribadi yang sabar.

 

saya senang mendaki gunung. obsesi saya sebelum sampai ke puncak sebuah gunung adalah memetik edelweis, menikamti sunrise ataw sunset, dan hunting foto. tapi setelah sampai di puncak, ada hal yang lebih menarik dari semua itu. adalah melihat lika-liku yang sudah saya lewati sebelum akhirnya sampai di puncak. ada rasa tidak percaya bahwa saya sudah melewati jalan se-terjal itu hingga sampai ke ketinggian ini. dan itulah nikmatnya mendaki gunung. anda merasa anda cukup tangguh untuk naik setinggi ini. edelweis, sunrise, sunset sudah tidak menarik lagi.

 

kesusahan memberi kita sensasi itu. memberi pembuktian bahwa kita sanggup melewatinya. itulah esensi bermimpi. bagaimana cara kita mencapai mimpi itu akan jadi lebih berharga dari mimpi itu sendiri. meskipun kesulitan itu sering kali membuat kita ingin menyerah. tapi, itulah tantangannya. berani bermimpi berarti berani bersusah-susahan! hidup tanpa impian? jangan kawan, jangan pernah hidup tanpa impian atau tujuan. hidup seperti itu selayaknya bangkai. tidak ada artinya.

 

jadi, berani bermimpi dan berani susah!

salam 

DASI KUPU-KUPU.

November 20, 2009

Perasaan Ingin Bersuara Itu

 

Perasaan ingin bersuara itu

Ngamuk

garang sekali

Dia bertanya

kepada siapa dia berhak memaki

 

Sementara bibir

masih sibuk berciuman

dengan kebisuan

Dan pita suara

mau pensiun, Katanya.

 

 

Perasaan ingin bersuara itu

Meledak

tanpa menunjukkan sedikutpun daya ledak

Pada wajah

dengan roman lurus, kaku, datar, hambar, "biar!"

 

 

Sementara otak

Sedang mendaki sel-nya yang konon terbentang

Hingga langit ke tujuh

Seperti jijik untuk kembali

ke bumi dimana dia

mendapat makan

 

 

Perasaan ingin bersuara itu

Mengaum

Singa sekali

Dia minta

wajah itu untuk kembali

jadi anak periang seperti trend masa kini

 

 Sementara si wajah seperti

seperti telah bersumpah untuk tidak

mengguman

barang

satu-dua nada saja

Entah bersumpah pada siapa

 

 Pada akhirnya

perasaan ingin bersuara itu

menyemprotkan diri

lewat luka di ujung jari

Melukiskan darah

pada wajah

yang diam itu

 

 

Orang-orang pada simpati

pada kasihan

dan merawat 

si wajah

padahal yang sakit adalah

Perasaan ingin bersuara itu…

 


(Hari ini, tadi pagi)

 emoticon

October 29, 2009

SINGKAT SAJA

Mengetuk tembok nada dengan sangat awur. seperti ingin menghancurkannya tapi hanya bisa menghancurkan diri sendiri seperti ingin menyanyi tapi pada akhirnya hanya berteriak muak seperti ingin berpuisi tapi pada akhirnya hanya mengeluarkan tahi.

klise-klise berdebu

semuanya indah jika berwujud kau!

October 17, 2009

AKHIR

AKHIR.

Lima huruf saja. Tak lebih. Tapi sangat mengerikan. Dia adalah induk dari kata-kata mengerikan lain. Mati, pisah, tangis. akhir, sangat tajam sekali dia menusuk-nusuk. bahkan, saat sebuah kisah yang menyedihkan berakhir, kau akan mengeluarkan air mata jua. akhir, bahkan jika penantian yang memuakkan berakhir, kau akan menangis jua. akhir. akhir! saya punya puisi tentang akhir…

"SIBAYAK"

Sibayak!

Dia tampak tidak biasa hari ini

Dia tampak sangat menggairahkan, 

membuka sumbatan syaraf mana saja

yang menghalangi jalannya hormon

hormon kasmaran dan cinta

 

Sibayak!

Dia terlihat sangat menggairahkan

Lebih dari artis porno Jepang yang kedatangannya kalian ributkan

hanya ada selapis kabut tipis

dibagian dada

selebih itu, sibanyak hari ini

tidak memakai apa-apa

 

"Lihat!

aku sudah telanjang se-telanjang-telanjangnya!

aku siap digarap!

tunggu apa?

bukankah kau yang selalu

berkata rindu untuk bercumbu?"

 

aku diam

di sampingku ayah menempelkan sesuatu yang disebut "handphone" ke kuping

"Ya…ya. sedang menuju bandara."

dan abangku diam pula memandangi

koperku di bangku belakang.

 

sibayak yang biasanya anggun

berubah jalang pagi ini

biasanya di antara kabut malu-malu dia menunggu

menunggu aku untuk mencumbu

 

kini dia berteriak-teriak selayak

pelacur yang mengejar setoran

dan matahari ikut campur

mengupas kain kabut

dan menelanjangi Sibayak.

 

hormon menerobos sana-sini

hormon kasmaran dan cinta.

 

"Ayo!

Mari bercumbu!

Kini aku telah tunjuk segala lekak-lekuk

yang aku punya!

masih mau pergi jua?

ha?"

dia membentak.

makin mirip pelacur yang haus uang

 

aku

harus pergi, Sibayak!

percumbuan kemarin, adalah yang terakhir untuk beberapa bulan ke depan

sudahlah, pakai lagi bajumu!

 

hujan dan kabut

perlahan-lahan memakaikan baju pada Sibayak

kali ini, baju buatan mereka menutupi seluruh tubuh

dan sibayak yang kucintai

tak tampak lagi

dia marah, dia merajuk

tak apalah

dia akan ku pujuk bila kembali lagi

 

asal dia tau,

aku pun menangis untuk mengeluarkan

hormon-hormon tak tertahankan!

 

 

Bandara Polonia, Medan

Rabu, 14 oktober 2009

11 WIB

 

(sibayak adalah sebuah gunung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Salah satu tempat kesukaan saya)

October 4, 2009

Kapan Pulang?

"udah masuk kuliah nih, lo dimana?" satu sms masuk

"woy, sepi banget nih kelas gak ada lo." kata sms yang lain

"lo pindah kuliah kemana sih?" satu lagi tidak mau kalah.

"kapan pulang ke Jakarta?"

"parah! libur sebulan gak cukup apa?"

 

semua sms itu ku balas dengan sms yang sama; "sabar, ya. sebentar lagi gue balik kok."

hahaha, kata-kata bohong yang manis. entah sejak kapan aku belajar membual dengan kata manis. sejak sering diperlakukan begitu mungkin. aku tidak boleh begitu seharusnya.

 

tapi harus bagaimana? aku tidak mau pulang ke Jakarta. tunggu. pulang? Jakarta? jakarta bukan rumahku, kenapa harus pulang kesana? aku hanya singgah di sana dalam waktu yang lama. agar ibu dan ayahku yang menunggu di rumah, bisa sedikit berbangga akan aku. walaupun aku tau, jikapun aku tidak jadi siapa-siapa, mereka tetap bangga padaku.

 

aku bilang pada teman-teman, akan segera pulang. padahal, aku bahkan belum beli tiket pesawat. dan masih sibuk dengan kucing peliharaan ibuku di rumah. masih sibuk bercerita kepada ayah tentang rencana-rencanaku. aih, rencana yang rumit itu. pasti ayah tidak mengerti. tapi ayahku terlihat bangga, "anakku sudah bisa berencana," pikir beliau. masih sibuk memakan segala masakan ibu. masih sibuk bercanda-canda dengan kakak dan abang.

 

aihhh, kenapa harus pergi?

aku tidak mau pergi.

tapi, tampaknya jalan untuk membahagiakan ayah dan ibu,adalah perjalanan ke Jakarta. mengejar semua obsesi dan pulang membawa hasil, lalu pergi lagi. mungkin jika jauh, aku lebih megnerti arti "rumah".

baiklah aku akan pergi. tapi setelah ku habiskan mi kuah bikinan ibuku ini.

iya, Jakarta. kau puas? aku akan kembali!

September 18, 2009

Surat Untuk Tuhan

Satu hari lagi, orang-orang akan berteriak memanggil MU. entah hati mereka ikut menyambangiMU atau tidak. aku tidak tau.

yang aku tau, KAU bakalan sangat sibuk mendengar mereka, manusia dengan segala minta.

oke, jadi, ku putuskan untuk meminta kepada MU, sebelum mereka berisik memanggilMU.

tahun ini hidupku terasa suck, Tuhan.

banyak luka di sini sana.

tapi saat luka itu berakhir, berjuta terima kasih ingin ku sembahkan pada MU.

dengan luka, KAU buat hidupku sangat indah, Tuhan.

sebelum bisa berjalan sudah sepantasnya seorang bayi jatuh berkal-kali dan menangis.

aku cinta Kau Tuhan!

 

 

Tuhan,

boleh minta sesuatu

sebagai hadiah lebaran?

 

aku ingin dapat sebuah penawar, seperti yang kau beri dua tahun lalu.

Jujur saja, Tuhan.

Adam yang satu itu

ciptaanmu yang satu itu

selalu berhasil bikin aku lemah

bikin aku kangen

 

boleh aku minta dia kembali, Tuhan?

Boleh?

Boleh aku minta dia kembali tanpa diganti?

Boleh?

 

 

Tuhan,

Jika boleh meminta lagi,

tolonglah, Tuhan.

panjangkan umur dia yang ku sebut ibu

dan dia yang ku panggil ayah

agar bisa mereka bahagia dengan keringatku

setelah jutaan jerih payah.

 

Oke, Tuhan?

Kau paling jago masalah kabul-mengabulkan.

Ya, kan?

Jadi tolong kabulkan….

Oke?

TUHAN?

 

 

 

(menjelang lebaran)

September 9, 2009

SE

Sum

      pah

Te

      lah

Tum

     pah

Se

Ra

    pah!

 

Tinggal

     lah

 

 

se   pi    ring

se   pi

se!

 

sial, pedih ini membuatku terdiam…

September 2, 2009

Pelacur Ini Menunggumu

Denyar capek menghadapi rasa ini. Denyar sudah pergi jauh-jauh dari dia, tapi rindu di hati Denyar selalu buat dia. Kami sudah berpisah ribuan kilometer, tapi tiap menjelang tidur, dia adalah hal terakhir yang dengan ingat. dan ketika bangun, denyar segera ngeliat hape buat nge-cek, apakah ada sms dari dia buat denyar. saat denyar tau gak ada sms dari dia, hati denyar rasanya kosong. habis, tumpah, hampa. Denyar bahkan bisa ngerasain sesuatu. ada semacam firasat, kalo dia sedang tidak baik-baik saja. Denyar gak bisa berhenti mengkhawatirkan dia yang labil itu. padahal, gak tersisa sedikitpun rasa peduli dia untuk Denyar.
 
saat nulis postingan ini pun, Denyar dengerin lagu kesukaan kita berdua dulu. masih terngiang-ngiang di telinga denyar. Lalu secara otomatis, hanya puisi yang bisa denyar tulisan
 
"SEBUAH KATA"
 
Rindu yang menyeret tanganku
Untuk menggarap sajak ini
Dimana namamu
Masih membabi buta
Terselip di antara baitnya
Menyisip di antara hurufnya
 
Rindu yang memaksaku
Menulis sajak ini
Ketika sebuah kata
Merangkak dari dasar dada
Memanjat kerongkongan
Dan terhenti di sana
 
sebuah kata yang entah bagaimana bunyinya
sebuah kata yang entah bagaimana cara membacanya
tersangkut di kerongkongan
membusuk di sana
 
padahal sudah ku cambuk mulutku 
agar bisa ucapkannya
tapi, malah air dari mata yang mengalir
 
kau bilang
yang paling sakit adalah sepi
sini! cicipi lidahku
rasanya lebih brengsek dari sepi yang kau bilang itu!
 
tapi sebuah kata
yang entah bagaimana membacanya
yang entah bagaimana mengucapkannya
yang entah bagaimana mengertikannya
tersangkut di kerongkongan
 
padahal, kata itu
adalah wakil yang jelas
dari seribu sajakku untuk mu!
 
 
 
 
 
Pelacur Ini Menunggumu
 
 
aku ini seorang pelacur
yang menolak tawaran bajingan-bajingan berlemak rupiah
hanya mau, kau saja
 
menunggumu sambil memakai topeng dungu
menunggumu memberi selendang ungu
untukku, pelacurmu
 
aku tahu hari ini kau tak akan pulang
tapi aku merasa harus menunggumu
aku tahu hari ini kau tak akan pulang
tapi aku merasa wajib menunggumu
 
karena menunggumu
membuat aku merasa bukan
pelacur
 
menunggumu bagai perasaan terhormat
seorang istri
menunggu suami sah-nya
pulang ngantor…
 
mencium punggung tangannya
mencium erat bibirnya
Menghidangkan secangkir teh hangat
membuka sepatunya
dan akhirnya membuka kancing bajunya
 
menunggumu
membuat aku
merasa bukan pelacur
 
menunggumu bagai rasa tak sabar yang bahagia
seorang anak
yang menunggu
bapak sah-nya
pulang ngantor
 
mencium punggung tangannya
memeluk bahu kekarnya
mencium pipinya
dan cengengesan 
setelah diberi pistol-pistolan
lima ribuan
 
menunggumu
mung
kin
ada
lah
satu
sa
tu
nya 
kebahagiaan
da
lam
hidupku
sebagai
PE
LA
CUR!